Sabtu, 26 Agustus 2017

Menhan Sebut Tanggamus Paling Cocok Jadi Kawasan Industri Pertahanan




KOTA AGUNG (Lampost.co)--Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengunjungi lokasi Kawasan Industri Maritim (KIM) Tanggamus. Kegiatan tersebut dalam rangka peninjauan rencana pembangunan fasilitas Industri Pertahanan di areal KIM, Kamis (24/8/2017).

Rombongan Menhan tiba di lapangan Pekon Ketapang, Kecamatan Limau sekira pukul 10.00 WIB. dengan menggunakan 2 helikopter. Rombongan menyempatkan bersilahturahmi di rumah adat Limau dan disambut Plt. Bupati Tanggamus Samsul Hadi bersama Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Dandim 0424 Letkol Hista Soleh Harahap dan jajaran kepala SKPD Pemkab Tanggamus.

Sementara dalam rombongan Menhan terdiri dari Dirut PT PAL Budiman Saleh, Dirut PT PINDAD Ahmad Sudarto, Dirut PT DI Budi Santoso dan Dirjen Pothan Kemenhan Sutrisno.

Dalam sambutannya, Menhan mengatakan bahwa peninjauan ini berkenaan dengan rencana pembangunan KIM, karena lokasi industri pertahanan di pulau Jawa sudah tidak memungkin lagi. Di kawasan ini, nantinya akan berdiri 3 perusahaan BUMN, diantaranya, PT PINDAD, PT PAL dan PT DI.

"Menurut hasil survei ke beberapa daerah dalam rangka menentukan lokasi yang cocok, ternyata Tanggamuslah yang paling baik," ujarnya. (Berita KIM Tanggamus)

Kemudian, sekira pukul 13:00, Menhan bersama rombongan bertolak ke Bandara Raden Intan II.

Sementara Dandim 0424/TGS Letkol Hista Soleh Harahap saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, kunjungan itu berkenaan dengan rencana pemindahan 3 perusahaan BUMN di areal KIM Tanggamus.

Setelah melakukan pemantauan udara, Menhan menyatakan bahwa KIM Tanggamus paling cocok dengan rencana tersebut. "Beliau akan melaporkan hasil peninjauan ini dan mendorong Presiden untuk memindahkan 3 perusahaan itu di lokasi KIM Tanggamus," kata dia.

Atas kondisi tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan BPN berkenaan dengan status lahan dan pemetaan. "Kalau persiapan khusus dalam menyambut hal ini kami tidak ada, tetapi kami hanya akan berkoordinasi dengan BPN," jelas Hista.

Sumber : Lampost.co

0 komentar:

Posting Komentar